Salam

Translate

Selasa, 10 Juni 2014

Prinsip Jurnalistik



http://www.kopertis3.or.id/html/wp-content/uploads/2012/10/jurnalistik.jpegHasil riset Bill Kovach dan Tom Rosentiels tentang apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang wartawan yang kemudian diterbitkan dalam buku dengan judul The Elements of Journalism menyebutkan, setidaknya ada sembilan prinsip yang membentuk aktivitas jurnalistik. Berikut adalah kesembilan prinsip tersebut:
1. Kewajiban utama jurnalisme adalah pencari kebenaran.
Dalam kerangka filosofis kebenaran absolut selalu menjadi perdebatan yang sangat serius, namun bukan kebenaran ini yang dimaksudkan, melainkan kebenaran dalam pengertian praktis, yakni proses yang dimulai dengan disiplin profesional dalam pengumpulan dan verifikasi berita. Inilah yang disebut kebenaran jurnalistik (journalistic truth). Wartawan sejatinya harus selalu transparan mengenai sumber-sumber dan metode yang dipakai dalam pengumpulan berita. Sehingga audience dapat menilai sendiri mengenai informasi yang disajikan.
2. Loyalitas pertama jurnalisme adalah kepada masyarakat.

Wartawan harus menyajikan berita dengan tanpa memihak. Ia harus memelihara kesetaraan kepada masyarakat dengan cara menyajikan berita dengan tanpa dipengaruhi oleh kepentingan tertentu, misalnya pengiklan. Ini dilakukan demi kepentingan yang lebih luas, yakni masyarakat.
3. Esensi jurnalisme adalah disiplin verifikasi.
Wartawan harus menggunakan disiplin dalam melakukan verifikasi berita. Dislipin dalam verifikasi mampu membuat wartawan menyaring gosip, ingatan yang parsial atau keliru, manipulasi, desas-desus, dan sebagainya guna mendapatkan informasi yang akurat. Nantinya, disiplin ini mampu membedakan berita ala jurnalis dengan hiburan, propaganda, fiksi, dan opini. Pekerjaan seperti mencari saksi, menyingkap berbagai sumber, mencari komentar dengan berbagai pihak mensyaratkan kerja-kerja profesionalitas. Dengan adanya disiplin verifikasi, narasumber fiktif tidak akan terjadi. Selain itu, disiplin verifikasi memperjelas batas antara fiksi dan karya jurnalistik.
4. Wartawan harus menjaga independensi dari objek sumber beritanya.
Kebebasan adalah syarat utama dari jurnalisme. Wartawan harus memposisikan dirinya sebagai orang netral yang terbebas dari tekanan atau kepentingan apapun. Walaupun komentator memiliki subjektifitas, tetapi kredibilitas wartawan tetap yang menjunjung tinggi akurasi dan kejujuran intelektual.
5. Wartawan mengemban tugas yang bebas sebagai pemantau terhadap kekuasaan.
Jurnalis adalah pemantau independen terhadap kekuasaan. Prinsip ini sangat menekankan peran penjaga (watchdog). Peran ini harus selalu dijaga. Wartawan tidak boleh menyelewengkannya. Misalkan dengat memanfaatkannya untuk kepentingan komersial partai.
6. Jurnalis harus menyediakan forum untuk kritik dan komentar publik.
Ruang diskusi inilah bentuk-bentuk akomodatif jurnalis kepada masyarakat. Berbagai pandangan dan kepentingan dalam masyarakat harus terwakili dengan baik. Karena, seorang wartawan tidak selamanya benar dalam menyampaikan kebenaran, meskipun hal itu kewajiban. Karena itu seorang waratawan yang bertanggung jawab, juga harus mendengarkan apa keinginan publik dan mampu menerima kritik.
7. Jurnalis harus berusaha membuat yang penting menjadi menarik dan relevan.
Jurnalisme adalah bercerita dengan suatu tujuan. Jurnalisme lebih dari sekedar mengumpulkan audience atau mengumpulkan daftar penting. Wartawan harus membuat sesuatu yang penting menjadi menarik. Kualitasnya diukur dari sebanyak keterlibatan audience dalam menyoroti peristiwa. Berita yang dibuat oleh wartawan jangan sampai membosankan pembaca dan jangan sampai berita yang penting menjadi tidak penting karena pembaca bosan.
8. Wartawan harus menjaga agar berita itu proporsional dan komprehensif.
Prinsip di sini adalah jurnalisme sebagai sebuah bentuk kartogafi yang mampu memetakan arah dalam masyarakat. Pemberitaan harus dilakukan secara proporsional dengan tidak menghilangkan hal-hal yang penting. Apalagi kalau hanya untuk melambungkan sensasi.
9. Wartawan memiliki kewajiban utama terhadap suara hatinya.
Setiap wartawan harus memiliki rasa etik dan tanggung jawab. Ketika rasa moral kita memaksa untuk berbicara keadilan, maka ia punya kewajiban moral untuk berbicara di ruang-ruang redaksi maupun eksklusif walaupun berbeda dengan rekan.

Sumber Artikel : Sebuah Situs

Tidak ada komentar:

Posting Komentar